KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Rabu, 06 April 2011

Tingkatkan Kualitas Guru dan Pendidikan


BAB I
 A. Pendahuluan
Kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang dapat memberikan harapan dan kemungkinan yang lebih baik dimasa mendatang, telah mendorong berbagai upaya dan perhatian seluruh lapisan masyarakat terhadap gerak langkah perkembangan dunia penddikan. Pendidikan sebagai upaya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia, pada intinya bertujuan untuk memanusiakan, mendewasakan, serta merubah perilaku, serta meningkatkan kualitas menjadi lebih baik.
Pada kenyataannya  pendidikan bukanlah suatu upaya yang sederhana, melainkan suatu kegiatan yang dinamis dan penuh tantangan. Pendidikan akan selalu berubah seiring dengan perubahan jaman,setiap saat pendidikan selalu menjadi fokus perhatian dan bahkan tak jarang menjadi sasaran ketidakpuasan karena pendidikan menyangkut kepentingan semua orang, bukan hanya menyangkut investasi dan kondisi kehidupan di masa yang akan datang, melainnkan juga menyangkut kondisi dan dan suasana kehidupan saat ini. Itulah sebabnya pendidikan senantiasa memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan sejalan dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntunan kehidupan masyarakat.
Sekolah sebagai intitusi (lembaga) pendidikan, merupakan wadah atau tempat proses pendidikan dilakukan. Sekolah memiliki sistem yang kompleks dan dinamis. Dalam kegiatannya, sekolah adalah tempat yang bukan hanya sekedar tempat berkumpul guru dan murid, melainkan berada dalam satu tatanan sistem yang rumit dan saling berkait, oleh karena itu sekolah dipandang sebagai suatu organisasi yang membutuhkan pengelolaan. Lebih dari itu, kegiatan inti organisasi sekolah adalah mengelola sumber daya manusia yang diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat, serta pada gilirannya lulusan sekolah diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pembangunan bangsa.

B.     Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aspek terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. Karena dengan pendidikan dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang. Pendidikan mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Mengajar ditingkat pendidikan formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas.
Guru sebagai pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh sebab itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan mengajar. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Peranan ini termasuk ke dalam aspek pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi lebih baik. Guru sebagai administrator kelas berperan dalam pengelolaan proses belajar mengajar di kelas.
Guru merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan, tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan, guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Namun, kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut. Kompetensi-kompetensi yang akan dibahas dalam makalah ini terbatas pada kompetensi-kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Kompetensi kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan.
Guru yang bermutu dan profesional menjadi tuntutan masyarakat seiring dengan tuntutan persyaratan kerja yang semakin ketat mengikuti kemajuan era globalisasi
  

BAB II
PEMBAHASAN
 
  1. Analisis Judul

Seiring perkembangan zaman, pendidikan dituntut mampu mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peserta didik sebagai subjek dan objek pendidikan harus dikembangkan agar mampu menggunakan seluruh potensinya untuk mempersiapkan diri menghadapi semua tantangan tersebut. Pengembangan peserta didik dimulai dari penggalian potensi-potensi dasar, yang diarahkan untuk memahami dan menghayati serta mengamalkan pengetahuan, konsep dan fakta dalam kehidupannya, sehingga pendidikan tidak lagi diarahkan untuk menciptakan peserta didik yang hanya memiliki perbendaharaan pengetahuan, akan tetapi peserta didik mampu mempergunakan potensi dirinya untuk terus belajar. Sebagai wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tentunya keberhasilan pendidikan merupakan keniscayaan. Keberhasilannya akan mendukung keberhasilan pembangunan, yaitu pembangunan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultur budaya dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan melalui pendidikan nasional.
Berbagai kenyataan lemahnya mutu pendidikan di sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kualitas guru yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Hal ini karena guru sebagai pendidik, merupakan unsur utama dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh tugas dan fungsi guru yang merupakan kegiatan inti pelaksanaan manajemen pendidikan. Proses pembelajaran yang dilakukan guru menjadi aspek terpenting dalam pelaksanaan manajemen pendidikan, karena hasil yang dicapai dari proses pembelajaran tersebut akan menjadi patokan bagi keberhasilan pendidikan, yang dilihat darioutcame yang dihasilkan. Secara umum, outcame yang dihasilkan lembaga pendidikan lebih banyak dihubungkan dengan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru.


  1. Ringkasan Artikel

TINGKATKAN KUALITAS GURU DAN PENDIDIKAN

Guru merupakan sosok yang sangat mulia, kehadirannya selalu menjadi penerang bagi semua anak didiknya. Dulu, profesi guru tidak banyak diminati oleh masyarakat, mereka lebih tertarik menjadi dokter, tentara maupun pengusaha.
Tapi sekarang, dengan adanya global crisis yang melanda semua Negara di dunia, profesi ini menjadi salah satu profesi yang cukup menjanjikan. Namun dengan perkembangan yang pesat ini seharusnya kualitas guru pun jadi meningkat.
Peran guru beberapa tahun yang lalu bukan hanya sekedar mengajarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebagai sebuah keahlian tetapi juga turut mendidik murid menjadi seorang yang cerdas, sopan santun dan berakhlak mulia. Akhir-akhir ini sering terdengar banyak keluhan dari beberapa orangtua murid mengenai peran guru sekolah yang kurang berkualitas.
Hal itu disebabkan dengan mendesaknya kebutuhan ekonomi keluarga sehingga mereka kurang memperhatikan tanggung jawab guru yang sebebnarnya. Saya pikir hal seperti ini sangat menyedihkan. Kata mengajar mempunyai arti memberikan pengetahuan yang mereka miliki terlebih dulu kepada para muridnya sehingga mereka bisa mengerti.
Kata mendidik, mempunyai makna yang lebih dalam karena selain guru mempunyai tugas untuk mengajar tapi mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan anak muridnya menjadi seorang manusia yang lebih  berbudi luhur. Menurut saya hal itu adalah nilai tambah yang sangat mulia untuk profesi guru.
Beberapa survey mengatakan bahwa banyak orang memilih profesi guru hanya sebagai pelampiasan atau jalan alternative mencari nafkah saja. Hal ini juga lebih menyedihkan bagi kita sebagai orangtua murid. Guru semacam inilah yang berbahaya, karena mereka tidak mampu membentuk karakter dan mencerdaskan anak didiknya, tetapi mereka malah cenderung menguras harta negara.
Disamping itu, demi terisinya mata pelajaran, sekarang ini dari pihak sekolah sering kali salah kamar dalam menempatkan posisi guru sebagai pemegang mata pelajaran. Hal itu menjadi sebab utama rapuhnya pendidikan bangsa ini, karena kurangnya profesionalitas tenaga pengajar.
Bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan kualitas guru demi tercapainya kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yang sedang mereka bimbing sekarang ini.

Adapun cara-cara sebagai berikut :
  1. Perbanyak program beasiswa yang berkualitas untuk mendapatkan guru yang berkualitas tinggi.
  2. Pendapatan guru wajib ditingkatkan terutama mereka yang telah rela mengajar murid sekolah di berbagai tempat terpencil
  3. Penghargaan dan perhatian sekecil apapun pada para guru akan menyentuh hati mereka untuk lebih menyayangi anak didiknya, sehingga secara otomatis guru akan memberikan perhatian lebih pada para murid
Ada baiknya mulai sekarang kita sebagai orangtua mulai lebih memperhatikan keberadaan seorang guru, karena merekalah anak kita bisa menjadi manusia yang lebih berguna di masa depan.


  1. Pertanyaan

Ø  Bagaimanakah kriteria-kriteria guru dan pendidikan yang berkualitas ?

  1. Kriteria Guru yang Berkualitas
Guru  yang berkualitas adalah guru yang mana mampu memberikan kontribusi pengetahuan yang tinggi terhadap siswa pelajar guna membentuk manusia yang berguna dan guru membentuk pola perilaku mental serta ideologi individu sebagai makhluk sosial, dalam hal ini guru adalah sebagai fasilisator serta motivator dalam pembelajaran.
Menurut Uzer Usman (1992) Seorang guru yang ideal  mempunyai tugas pokok yaitu mendidik, mengajar, dan melatih. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki kompetensi. Dalam profesi keguruan kita mengenal istilah kompetensi,kompetensi itulah yang digunakan untuk menilai apakah seorang guru berkualitas atau tidak. Ada tiga kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu:
  1.  Kompetensi personal,
Kompetensi personal lebih menunjukkan pada kematangan pribadi. Disini aspek mental dan emosional harus benar-benar terjaga.

  1.  Kompetensi sosial
lebih menunjukkan pada kemampuan guru untuk berelasi, berinteraksi. Guru memperlihatkan keluwesan dalam pergaulan dengan siswa, kepala sekolah, dan juga teman sejawat di tempat ia mengajar. Guru bisa menciptakan persahabatan yang baik. Keberadaannya memberi manfaat yang positif.

  1. Kompetensi profesional.
Sedangkan kompetensi profesional lebih menunjukkan pada kemampuan yang dimiliki guru sebagai pengajar yang baik.
Raka Joni (1979) berdasarkan Komisi Kurikulum Bersama P3G menetapkan dan merumuskan bahwa kompetensi profesional guru di Indonesia terdiri atas 10 kompetensi, yakni:
(1) menguasai bahan pelajaran;
(2) mengelolaprogram pembelajaran;
(3) mengelola kelas;
(4) menggunakan media dan sumber belajar;
(5) menguasai landasan pendidikan;
(6) mengelola interaksi belajar mengajar;
(7) menilai prestasi belajar;
(8) mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan;
(9) mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah; dan
 (10) memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran.

Dari kesepuluh kompetensi profesional itu menurut hemat penulis dapat dirangkum menjadi dua kompetensi yang paling utama, yaitu menguasai bahan pelajaran dan dapat mengajarkannya dengan jelas dan menarik. Kedua kompetensi inilah dalam kondisi objektif belum terpenuhi. Mungkin kita pernah mendengar komentar, “Si guru A itu hebat benar penguasaan materinya tetapi tidak bisa mengajar”, atau sebaliknya, “Si guru B itu pandai mengajar tetapi minim penguasaan materi”.
  1. Kriteria Pendidikan yang Berkualitas
Kriteria pendidikan yang unggul/berkualitas sebenarnya bersifat kompleks sebab menyangkut banyak variable yang saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Kriteria pendidikan yang berkualitas tidak bisa lepas dari pengaruh faktor-faktor atau komponen-komponen antara lain adalah siswa, guru, kurikulum, sarana dan prasarana, pengelolaan sekolah, proses belajar mengajar, pengelolaan dana supervise dan monitoring, serta hubungan sekolah dan masyarakat.
Secara lebih rinci faktor-faktor itu dijelaskan oleh Djauzak Ahmad sebagai berikut :
1) Siswa meliputi :
a. Kemampuan
Kemampuan disini artinya secara jasmani dan rohani mampu untuk mengikuti sistem pembelajaran. Siswa yang jasmaninya kurang sehat atau bahkan tidak normal maka hal itu akan menghambat jalannya proses pembelajaran kecuali jika dimasukkan ke sekolah-sekolah tertentu yang memang sesuai dengan keadaannya.
b. Lingkungan
Baik dan tidaknya lingkungan siswa$ sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Lingkungan tersebut meliputi lingkungan sosial ekonomi dna budaya seperti keluarga dan lebih luas lagi masyarakat, termasuk juga lingkungan alam atau keadaan geografis dimana dia tinggal.
2) Guru meliputi :
a. Kemampuan
Seperti halnya siswa, maka guru pun sama, ia harus memiliki kemampuan baik secara jasmani maupun rohani agar pengajaran dapat dilaksanakan dengan lancer, dan memiliki implikasi yang positif terhadap hasil pembelajaran.
b. Latar belakang pendidikan
Setiap jenjang pendidikan yang dilalui oleh seorang adalah sebuah pembekalan baik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk diimplementasikan kedalam sebuah pekerjaan. Demikian pula ketika seseorang akan menjadi seorang guru, selayaknya ia memang berkompeten dibidangnya dan telah mendapatkan semua Ijazah yang baik dan sesuai dengan bidangnya.
c. Pengalaman kerja
Menurut Ngalim Purwanto,
Pada umumnya setiap guru baru, apalagi yang baru menyelesaikan pendidikan di sekolah guru dan langsung bekerja, akan merasa banyak kekurangan, terutama dalam pengalaman, dibandingkan dengan guru-guru senior yang lebih banyak pengalaman. Akan tetapi, kita tidak boleh beranggapan bahwa setiap guru yang sudah lama mengajar, mungkin juga sebaliknya, guru baru itu memiliki pengetahuan yang lebih luas dan up to date dan sangat berguna bagi perkembangan dan kemajuan di sekolah.
d. Beban belajar
Beban belajar disini maksudnya adalah bahwa setiap orang yang mengajar bukan berarti ia berhenti belajar tetapi justru ia harus belajar dan lebih banyak lagi mencari informasi pendidikan demi kemajuan dirinya dan yang dididiknya.
e. Kondisi sosial ekonomi
Kondisi sosial ekonomi seorang guru idealnya memang harus baik karena hal itu akan lebih meningkatkan konsentrasinya dalam mengajar, jika tidak maka akan berimplikasi negatif terhadap siswa. Walaupun ada saja guru yang tidak mementingkan ekonomi, tetapi itu hanya sebagian kecil.
f. Motivasi kerja
Menurut Muhaimin;Seorang guru agama itu perlu memiliki semangat jihad dalam menjalankan profesinya sebagai guru agama, dan memiliki kepribadian yang matang dan berkembang Profesionalim is predominantly an attitude, not a set of competencies, yakni seperangkat kompetensi professional yang dimiliki oleh guru agama adalah penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah sikap atau etos profesionalisme dari guru agama itu sendiri.  
g. Komitmen
Sikap malas, lemahnya kesadaran terhadap waktu dan kebiasaan atau jiwa hidup santai pada hidup seseorang akan berimplikasi pada sikap sembrono (acuh tak acuh) dalam bekerja, kurang peduli terhadap proses dan hasil kerja yang bermutu, suka memandang enteng bentuk-bentuk kerja yang dilaksanakannya, kurang sungguh-sungguh dan teliti, tidak efisien dan efektif, kurang memiliki dinamika dan komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan. Jika sikap semacam itu sudah melekat pada diri seorang guru, maka pendidikan akan semakin kurang memberikan makna bagi pembangunan wawasan, sikap dan mental yang religius bagi para siswa.
h. Disiplin dan kreatifitas
Seorang guru yang disiplin maka ia komitmen dengan tugasnya, sehingga ia selalu siap mengembangkan profesi yang berkesinambungan, agar ilmu dan keahliannya tidak cepat tua. Seorang guru yang kreatif maka ia cenderung memiliki nilai nilai sendiri dalam hati setiap siswa.
3) Sarana dan Prasarana
Untuk mendapatkan kelancaran dalam proses belajar mengajar yang telah direncanakan, maka sarana dan prasarana harus lengkap. Sarana dan prasarana tersebut meliputi :
  1. Alat Peraga
Dengan adanya alat peraga maka setiap pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa karena materi dilengkapi dengan alat peraga yang ditampilkan secara visual.
b. Alat Praktek
Di dalam pembelajaran dikenal istilah pendekatan proses, ini artinya siswa akan lebih mengerti, jika sebuah teori tidak hanya dijelaskan secara lisan saja, tetapi dibarengi dengan praktek. Dengan demikian maka tersedianya alat praktek adalah suatu kelaziman.
c. Laboratorium
Mata pelajaran seperti fisika, dan kimia, akan lebih mudah diserap jika langsung dipraktekkan disebuah laboratorium
d. Perpustakaan
Perpustakaan di samping sebagai pusat sumber informasi pendidikan, juga berfungsi sebagai alat motivator bagi minat dan semangat membaca siswa.
e. Ruang ketrampilan
Dalam menggali kreatifitas siswa alangkah baiknya jika tersedia ruang khusus untuk praktek ketrampilan siswa sebagai sarana penunjang keberhasilan siswa.
f. Ruang UKS
Ruang ini menjadi sarana penunjang bagi kelancaran pengelolaan kesehatan dalam lembaga pendidikan.
g. Ruang Kantor
Ruang kantor ini menjadi sarana penunjang bagi kelancaran segala administrasi mulai dari administrasi guru sampai pada administrasi kepegawaian Ruang itu terdiri dari : kantor kepala sekolah, kantor dewan guru, kantor OSIS, kantor pramuka, dan kantor BP.
4) Pengelolaan sekolah
a. Pengelolaan kelas
Situasi dan kondisi kelas juga ikut menentukan keberhasilan sebuah proses pengajaran, oleh karena itu kelas haruslah kondusif dan nyaman, maka diperlukan pengelolaan yang baik. Kelas yang tidak teratur dan tidak terurus membuat penghuninya tidak akan betah dan kurang nyaman dalam belajar.
b. Pengelolaan guru
Pengelolaan guru sangat penting sekali karena hal ini berkaitan dengan pengaturan jadual pengajaran secara tepat dalam setiap periode. Sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar.
c. Pengelolaan siswa
Pengelolaan siswa tidak dapat dianggap mudah, terutama bagi lembaga pendidikan yang memiliki siswa cukup banyak.
d. Pengelolaan sarana dan prasarana
Pengelolaan sarana dan prasarana bertujuan agar segala sarana dan prasarana yang sudah ada tetap terawatt dengan baik kondisinya, juga untuk meningkatkan sarana yang menjadi lebih baik lebih lengkap lagi.
e. Peningkatan tata tertib
Dalam sebuah lembaga pendidikan sebaiknya memiliki tata terti yang telah disepakati oleh semua pihak sebagai satu acuan kedisiplinan dalam belajar, bekerja, sehingga dapat berimplikasi baik terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
5) Proses belajar mengajar meliputi :
a. Penguasaan materi
Akan sangat baik sekali jika seorang guru sebelum ia melaksanakan sebuah proses belajar mengajar ia sudah menguasai terlebih dahulu tentang materi yang akan dibahas, dan juga menguasai kurikulum secara keseluruhan. Dengan demikian pengajaran dapat dilaksanakan dengan mudah tanpa harus melihat buku terus-menerus.

b. Menggunakan metode pengajaran
Ketetapan dalam menggunakan setiap metode pengajaran sangatlah penting sekali karena berkaitan dengan pencapaian tujuan pada akhir proses pembelajaran
c. Penampilan guru
Dalam proses belajar mengajar guru menjadi pusat perhatian siswa, maka sebaiknya guru berpenampilan baik tetapi juga sederhana atau tidak berlebihan, karena jika berlebihan justru akan membuat konsentrasi siwa menjadi terbagi, atau justru kehilangan konsentrasi
d. Pendayagunaan alat/fasilitas
Setiap alat atau fasilitas yang tersedia sebaiknya dapat dimanfaatkan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan.Agar tidak enjadi kemubadziran yang berdampak negative dan menghambat kelancaran proses pembelajaran.
e. Penyelenggaraan proses belajar mengajar
1. Kurikululer, harus direncanakan dengan matang dalam persiapan harian (PH) harus direncanakan dengan Rencana Pengajaran/satuan pengajaran, sehignga dapat menggunakan waktu seefektif mungkin.
2. Ekstra kurikuler, yang diselenggarakan sebagai penunjang keberhasilan siswa dalam meningkatkan prestasi belajar dan pelaksanaannya dibimbing oleh guru supaya teratur dan terarah.
3. Evaluasi, sebagai alat untuk mengukur sampai dimana kemampuan siswa dalam memahami seluruh materi yang telah disampaikan.


6) Pengelolaan dana
a. Perencanaan anggaran
Tidak dapat dipungkiri, bahwa dana merupakan bagian yang menentukan maju mundurnya sebuah lembaga pendidikan, pengelola sekolah harus mampu mengelola dana dengan baik, diantaranya dalam merencanakan anggaran mulai dari anggaran pemasukan sampai pada pengeluaran.
b. Penggunaan dana
Sebaiknya dana yang telah dianggarkan untuk setiap periode, digunakan secara professional dan pada tempatnya. Disamping itu harus ada transfrasi dana
  1. Laporan
Agar ada transfarasi keuangan maka setiap pemasukan dan pengeluaran harus dilaporkan dan diinformasikan dalam laporan pertanggungjawaban
d. Pengawasan
Agar proses pengaturan atau manajemen tetap berjalan dengan baik maka harus diadakan pengawasan dalam pelaksanaannya.
7) Supervisi dan Monitoring
a. Kepala Sekolah sebagai supervisor
Kepala sekolah, di samping sebagai administrator yang pandai mengatur dan bertanggung jawab tentang kelancaran jalannya sekolah sehari-hari, juga adalah seorang supervisor. Kepala sekolah bukanlah kepala kantor yang selalu duduk dibelakang meja memandangi surat-surat dan mengurus soal-soal administrasi belaka. Jika kepa seklah dapat melaksanakan tugasnya sebagai supervisor agaknya setiap sekolah akan berangsur-angsur maju dan berkembang.
b. Pembina lainnya
Sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Maju mundurnya sebuah lembaga adalah juga ditentukan semua pihak yang terlibat dalam sebuah lembaga pendidikan. Kekompakan setiap individu akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidik.
8) Hubungan sekolah dengan masyarakat
a. Hubungan sekolah dengan orang tua
Antara sekolah dengan Orang tua perlu terjalin sebuah kerja sama agar proses pendidikan anak tidak berjalan di sekolah saja, atau sebaliknya. Kerja sama ini bisa berupa kerja sama dalam pengembangan dan pembinaan kurikulum, kerja sama dalam pembiayaan pendidikan seperti penyediaan tenaga kependidikan, maupun sarana dan prasarana
b. Hubungan sekolah dengan Instansi Pemerintah
Hubungan sekolah dengan Instansi pemerintah sangat penting untuk dijalin, seperti kerja sama educatif. Hal tersebut menjadi penunjang keberhasilan siswa dalam belajar.
c. Hubungan sekolah dengan dunia usaha
Salah satu tujuan dari sebuah pendidikan adalah memenuhi tuntunan dunia usaha. Untuk mengetahui perkembangan maka harus ada kerja sama antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha.
  1. Hubungan sekolah dengan pendidikan lainnya
Salah satu tujuan menjalin hubungan dengan lembaga pendidikan lain adalah sebagai bahan perbandingan dalam mengevaluasi kualitas pendidikan, dengan demikian kita bisa mengetahui dimana letak kekurangan dan kelebihan proses pendidikan di lembaga kita.
Ø  Apakah Visi,Misi,Fungsi,Tujuan dan Strategi Pendidikan Nasional guna untuk meningkatkan kualitas pendidikan ?

Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
UUSPN dari No. 2 tahun 1989 diganti UU No. 20 tahun 2003, dilakukan dalam rangka memperbarui visi, misi dan strategi pendidikan nasional. Pembaruan sistem pendidikan nasional mencakup penghapusan diskriminasi antara pendidikan formal dan pendidikan non-formal.
Visi pendidikan nasional adalah memberdayakan semua warga negara Indonesia, sehingga dapat berkembang menjadi manusia berkualitas yang mampu bersaing dan sekaligus bersanding dalam menjawab tantangan zaman.
Misi pendidikan nasional adalah:
Ø  Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ø  Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
Ø  Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.
Ø  Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan, ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.
Ø  Memberdayakan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks NKRI.

Berdasarkan visi dan misi pendidikan nasional tersebut, maka fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi-potensi peserta didik yang menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Strategi pendidikan nasional adalah:
  • Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia.
  • Pengembangan dan pelaksanaan kurkulum berbasis kompetensi.
  • Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
  • Evaluasi, akreditasi dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan.
  • Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan.
  • Penyediaan sarana belajar yang mendidik.
  • Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan.
  • Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata.
  • Pelaksanaan wajib belajar.
  • Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan.
  • Pemberdayaan peran masyarakat.
  • Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat.
  • Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap perubahan zaman. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

            Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tidak terlepas dari pentingnya kualitas guru dalam mengajar,guru yang berkualitas adalah guru yang memiliki jiwa keprofesionalitasan atas profesi yang di sandangnya.
Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Sifatnya mutlak dalam kehidupan, baik dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun bangsa dan negara. Maju-mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu. Mengingat sangat pentingnya bagi kehidupan, maka pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang diharapkan.
Untuk melaksanakan pendidikan harus dimulai dengan pengadaan tenaga pendidikan sampai pada usaha peningkatan mutu tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional. Kemarnpuan guru sebagai tenaga kependidikan, baik secara personal, sosial, maupun profesional, harus benar-benar dipikirkan karena pada dasarnya guru sebagai tenaga kependidikan merupakan tenaga lapangan yang langsung melaksanakan kependidikan dan sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Untuk itu, ilmu pendidikan memegang peranan yang sangat penting dan merupakan ilmu yang mempersiapkan tenaga ke pendidikan yang berkualitas dan profesional, sebab kemampuan profesional bagi guru dalam melaksanakan proses belajar-mengajar merupakan syarat utama. Ilmu pendidikan merupakan salah satu bidang pengajaran yang harus ditempuh para siswa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam rangka mempersiapkan tenaga guru dan tenaga ahli kependidikan lainnya yang profesional.
Untuk itu dalam meningkatkan kualitas guru dalam pendidikan haruslah sangat diperhatikan lagi, khususnya bagi pemerintah harus lebih teliti dan jeli lagi dalam memperhatikan hal tersebut demi tercapainya pendidikan yang berkualitas dan akan membawa pendidikan nasional di Indonesia dapat menyaingi prestasi-prestasi di negara maju lainya dalam rangka membentuk atau melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA

Gordon, Thomas. (1990). Guru yang efektif. Penerjemah: Mudjito. Jakarta:Rajawali
Ngalim Purwanto, Administrasi dan supervise pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya, 1998), cet, ke-1-8, hal. 156.
Muhamimin, Problematika Agama dalam Kehidupan Manusia, (Jakarta: Kalam Mulia, 1998), cet Ke-1 hal. 10)
Munib, Achmad. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes Press
http://www.AnneAhira.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons